Senin, 08 Februari 2016

Kuli Pemecah Batu

Kuli Pemecah Batu


SYNOPSIS: Dua kontol segede hammer menghunjam masuk dilobang pantatku sekaligus.

          Aku berjalan didekat bangunan tempat tinggal sementara . Sore itu tampak empat orang sedang beristirahat didepan bangunan tersebut, tubuh mereka kekar berotot terlatih karena pekerjaan mereka yang cukup berat memakai tenaga, terbungkus dengan pakaian wearpack ( coverall ) biru tua yang sudah buram dan terbuka tak berkancing dibagian dada sehingga mempertontonkan ke kekaran tubuh mereka, membuat jantungku berdesir keras dan keinginanku untuk ngentot dan di entot muncul seketika.
Aku masuk mendekati mereka sambil menawarkan rokok yang memang sengaja selalu kubawa untuk pembuka bahan pembicaraan dengan orang yang aku taksir.
" Mau rokok, Mas" tawarku kepada mereka
" Wah, kebeneran nih... boleh Mas" seru salah seorang yang paling muda, sekitar 20 an tahun, yang belakangan kuketahui bernama Maman. Dia datang menghampiri ku dan mengambil sebatang rokok dari bungkus rokok yang kusodorkan dan mengajakku untuk gabung bersama mereka. " Mampir Mas, ngobrol dengan teman teman" katanya ramah Aku tak menolak tawaran tersebut, karena memang itulah yang kuharapkan dari tadi. Sambil menawarkan rokok kepada kuli yang lain aku memperhatikan mereka satu persatu.
Maman, kuli yang paling muda, rambutnya gondrong tak beraturan mencapai pundaknya yang bidang. Baju wearpack terbuka yang dipakainya sedemikian lusuh robekan dikedua lututnya dan dibelakang bahunya, menampakkan otot punggung dan otot perut yang kekar, pada saat menunduk untuk mengambil posisi tempat duduk disamping temannya terlihat olehku jembutnya yang tebal menutupi panggkal batang kontolnya . Cecep dan Enday juga tak kalah seksinya, wearpack yang dipakai robek dibagian pantat sehingga aku dapat melihat daging buah pantat yang kencang dan menggugah selera dan didepannya robek pula setentang pangkal paha sehingga pada posisi tertentu kepala kontol mereka mengintip dari balik robekan tersebut. Dan kuli yang paling tua, agaknya pemimpin kelompok mereka, Andin, sekitar 35 an tahun, berkumis tebal, berbulu dada dan paling kekar diantara mereka, tanpa merasa risih sedang mengeluarkan kontolnya didepan kami untuk kencing, aliran kencingnya besar dan deras membasahi tumpukan batu yang belum dipecah oleh mereka. Tanpa memasukkan kembali kontolnya kedalam wearpack dia mendatangi aku untuk meminta rokok yang kutawarkan. "Boleh rokoknya, Mas?" pintanya padaku.
"Ho... oh, boleh aja. Ini cerutu besar boleh diisep nggak?”, tanyaku sambil mengelus kontol gede Andin yang menggantung didepanku.
" Boleh aja, apa mas mau?" tanyanya kembali padaku sambil menghidupkan rokoknya dengan seakan tak perduli terhadap elusan tanganku pada kontolnya yang berurat gede itu.
" Iya, isep aja Mas, biar malam ini aku aman nggak di boolin dia." kata Maman sambil cengengesan.
" Euleuh... euleuh, paling juga minta ama aku atau ama Enday.", kata Cecep menimpali ucapan si Maman sambil tangannya mengelus pantat Maman.
Aku mendekatkan mukaku kekontol Andin sambil mulai menjilati lobang kencingnya yang besar itu. Ujung lidahku ku gerakkan kekiri kekanan dengan cepat diseputar lobang kencing si Andin. Dia mengelinjang sedikit kegelian. Bau keringat laki laki dari kontol dan jembut Andin menambah gairahku untuk lebih agresif memainkan kontolnya dengan lidahku. Tapi sesaat kemudian Andin selangkah mundur dan sambil menarik tanganku dia berkata "Jangan disini Mas, banyak orang lewat...Ayo masuk kedalam bedeng." Dia menarikku sambil masuk kedalam bedeng diikuti oleh ketiga kuli yang lain sambil berkomentar dalam bahasa Sunda yang tidak kumengerti.
Didalam bedeng kembali kontol Andin yang mulai mengembang aku emut, jilat, isap dan telan sampai ke kerongkongan. Sementara ketiga kuli yang lain mulai menelanjangiku sambil mengelus elus pantat dan menjepit pentilku.
"Putih ya pantatnya, Mas." seru si Cecep. Jarinya mulai memasuki lobang pantatku dengan gerakan berputar putar melebarkan lobang pantatku. Mula-mula dengan satu jari kemudian dua jari dan akhirnya tiga jari yang kasar merojok lobang pantatku. Aku merasa sakit namun akhirnya nikmat juga terutama ketika buku-buku jari Cecep keluar masuk melebarkan otot cincin lobang pantatku, mengakibatkan badanku berkelojotan dibuatnya. Sementara, dengan setiap kelojotan badanku, kontol Andin semakin dalam pula masuk kemulutku. "Mpppphh... nggghhh..... hnggghhh" aku tak dapat berkata kata karena mulutku telah penuh dengan batang kontol Andin yang telah mengembang sempurna akibat emutan dan isepanku itu. Dan tak lama kemudian terasa pula Cecep mulai menyodokkan kontolnya kelobang pantatku yang telah melebar akibat rojokan jarinya. "Masih seret, jilatin lobang pantatnya, Man!" perintah Cecep pada Maman. Dan akupun makin menggelinjang ketika lidah si Maman mulai menjilati lobang pantatku dan membasahinya dengan ludahnya agar kontol Cecep dapat meluncur dengan mudah kedalam lobang pantatku. Sementara itu Andin mulai menggoyangkan pinggulnya sambil memegang kepalaku mengentoti mulutku dengan beringas... Wow... entah berapa kali aku keselek oleh kontolnya yang keluar masuk kerongkonganku. Shrriieeek... terdengar suara robekan, ternyata Enday yang dari tadi menonton aktivitas kami sudah sangat horny membesarkan robekan wearpack dibagian pangkal pahanya sehingga kontolnya yang ngaceng keluar dengan sempurna dan kemudian ... shrriieeekkk... merobek bagian pantat wearpack Maman yang sedang menungging menjilati lobang pantatku, serta merta menyodomi si Maman. Cecep dengan buas merojok kontolnya kelobang pantatku sambil sesekali mengeluarkannya dan menyodokkan kontolnya kemulut Maman yang masih berada disekitar pantatku secara bergantian. Ke empat kuli ini mengentot masih memakai wearpacknya masing masing sedangkan aku sendiri yang telanjang bulat. Wearpack mereka semakin basah kuyup oleh keringat yang lengket kebadan dan membasahi tubuh kekar mereka karena udara didalam bedeng sore itu masih panas -dan semakin panas lagi dengan kegiatan kentot mengentot tersebut. "Pancuuut... shhh... ngghhhhh... pancuuuut " teriak Cecep ketika menyemburkan air maninya yang hangat dalam jumlah banyak didalam lobang pantatku. Posisinya segera digantikan kontol super gede si Andin yang lepas mengentoti mulutku pindah merojok lobang pantatku yang masih terbuka dan masih licin oleh air mani karena kontol Cecep baru saja keluar. Kini kontol Enday yang masih basah dari lobang pantat Maman masuk kedalam mulutku dan si Maman kulihati sedang menjilati membersihkan kontol Cecep yang baru saja menumpahkan air maninya didalam lobang pantatku tadi.
"Hngggghhh.... ahhhh... shhh... ahhhh, crott... croottt... crrrooottt " Enday melepaskan tembakannya kemukaku. Spermanya bermuncratan kesana kemari sehingga rambut dahi mata hidung dan mulutku basah oleh spermanya yang kental. Dan Andin semakin ganas bagaikan banteng liar menghunjamkan kontolnya yang terasa berdenyut denyut dilobang pantatku sementara kedua tangannya memelukku dari belakang memelintir kedua pentilku dengan kasar dan kumisnya yang kasar menyucuk punggungku ketika dia menggigit bahuku membuat aku kembali kelojotan dibuatnya. Semakin aku kelojotan semakin ganas pula dia menghajar lobang pantatku hingga bulu jembutnya menggelitik pinggir lobang pantatku dan kedua biji pelernya beradu dengan biji pelerku.
"Ahhh... enak Kang, ueenaaaak... entot lebih dalam, lebih keras Kaaaaang... owww... sshhh ahhh" teriakku.
Kini Maman nglocoin kontolnya pula didepanku sambil mendesah dan mengusap pentilnya yang telah mengencang. Croot croott crroooottt... kembali siraman air mani hangat membasahi wajahku yang masih berleleran dengan air mani Enday. setelah itu Maman memasukkan kontolnya kedalam mulutku untuk dibersihkan olehku. Hujaman kontol Andin dilobang pantatku semakin cepat dan semakin tak beraturan, diiringi lenguhan panjang dan badan yang bergetar mengejang bagaikan kerbau digorok. Andin menumpahkan spermanya dilobang pantatku berkali kali, ada 10 atau 11 kali kontol gede Andin berdenyut sambil ngecret sehingga serasa memenuhi rongga ususku dan melimpah ruah tumpah mengalir dipahaku. Kini keempat tergolek lemas kelelahan dibedeng itu, keringat membasahi sekujur tubuh mereka. Baju wearpack yang dipakai telah lengket ditubuh kekar mereka membuat pemandangan semakin menaikkan gairahku. Aku sendiri yang belum ngecret, maka kini aku berdiri telanjang bulat ngloco didepan 4 kuli yang tergolek lemas itu. Dan ketika air maniku hendak keluar kontolku yang tegang 100% kuarahkan pada mereka. Satu persatu kusemprotkan spermaku ke dada, muka dan kontol mereka yang sedang terkulai. Kemudian satu persatu dari mereka pula kujilati kembali tumpahan spermaku diatas dada mereka yang bidang, kekar berotot dan berkeringat hingga bersih. Tindakanku itu rupanya menaikkan nafsu mereka kembali, kini giliran aku kembali yang menerima akibatnya, dua kontol segede hammer sekaligus menghunjam masuk dilobang pantatku dan dua kontol lagi merojok mulutku.... ohh, tak terperikan nikmatnya di gang bang oleh yang haus seks itu. Aku pulang dengan gontai, berlumuran sperma disekujur tubuhku, mulut dan lobang pantatku perih tak terkira namun membuat aku tersenyum bila mengingatnya hingga sekarang.

Kuli Gudang Dolog

Kuli Gudang Dolog

          Sore itu aku berada di depan gudang Dolog di bilangan Jakarta Timur, berjalan jalan menghirup udara sore hari melepas kepenatan setelah lima hari bekerja di kantor. Ada 2 buah truk penuh berisi beras import yang sedang diturunkan oleh sekelompok kuli keluar masuk dari truk kedalam gudang memanggul 2 atau 3 karung beras dipundak mereka yang kekar, kuat dan perkasa hmm... sangat menarik perhatianku melihat para kuli itu bekerja membuat aku melangkah masuk keareal gudang tersebut dengan perlahan dan mencari tempat bernaung dari teriknya matahari sore dibawah selasar gudang tersebut.
Sambil menyalakan sebatang rokok aku duduk memperhatikan kelompok kuli tersebut, ada sekitar 12 orang laki laki kekar berotot menonjol kenyal, telanjang dada, kulit hitam berkilat terbakar matahari, basah kuyup mandi keringat dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, membuat celana yang mereka pakai lengket ke kulit sehingga membentuk cetakan otot paha, otot betis dan pantat mereka terlihat dengan jelas demikian pula tonjolan kontol mereka dari batang sampai kepala kontol tampak tercetak sempurna dibalik celana basah kuyup mereka masing masing, membuat kontol dan lobang pantatku mulai berdenyut denyut, horny, memandang pemandangan yang menggairahkan nafsu homoku yang mulai menggelegak, ahh... Aku tahu pasti, tak satupun dari mereka yang memakai celana dalam ! Seperti halnya pekerja kasar lainnya umumnya tak mau direpotkan dengan celana dalam maupun penampilan mereka, berpakaian seadanya, toh tak satupun dari masyarakat yang memperdulikan keberadaan mereka apalagi penampilan mereka, hanya yang diperlukan tenaga kasar mereka, lain tidak. Ada 2 orang kuli yang sangat aku perhatikan, keduanya berumur sekitar 20 an tahun, berambut tebal gondrong sebahu, memakai anting logam di telinga kiri, dada bidang dengan otot pectoralis menggelembung dihiasi puting susu item besar melenting, demikian pula bahu mereka yang kekar dengan otot deltoideus juga menggelembung, perut six pack rata bagaikan papan cucian, pinggang ramping. Yang seorang hanya memakai celana jeans belel cut off, robek disana sini, ketika setiap kedua tangannya terangkat keatas menerima karung beras dipundaknya yang kekar maka tampak olehku kepala kontolnya yang besar bagaikan muka anak anjing baru lahir menyeruak mengintip dari balik pinggir celananya. Yang seorang lagi memakai celana boxer butut, sudah tipis bahkan robek dibagian buah pantatnya, sedemikian tipisnya sehingga keringat yang membasahi celananya membuat tak ada bagian tubuhnya yang tak telihat lagi, jembutnya yang item tebal bahkan urat kontolnyapun terlihat jelas dibalik celananya yang tipis itu... shh, aku berdesis sambil mengusap tonjolan kontolku yang mulai memberontak di dalam celana minta keluar ketika melihat mereka silih berganti berseliweran didepanku, membayangkan bagaimana perkasa dan kuatnya mereka bila mengentotiku, ingin rasanya segera aku menghamburkan diriku ke selangkangan mereka mengemuti menjilat dan menelan kontol gede itu aww... mau dong. Tanpa kusadari hari telah beranjak malam, ketika truh terakhir telah meninggalkan areal gudang dalam keadaan kosong dan kelompok kuli bubar, sebagian menuju kamar mandi di belakang gudang untuk membersihkan diri dan tiba tiba: "Minta rokoknya dong" ternyata kuli yang aku taksir telah berdiri tepat dibelakang punggungku bersama temannya "Boleh, asal tukeran dengan cerutu ini" jawabku sambil memberikan rokok padanya dan sebelah tanganku mengusap tonjolan kontolnya "Isep dah kalo elo demen" katanya sambil menghidupkan rokok pemberianku dan menyorongkan kontolnya lebih dekat lagi kearah mukaku yang sedang duduk di selasar gudang itu Kontolnya mulai membesar akibat belaian jari jemariku, dan kesempatan emas tak aku sia siakan, akupun mulai membebaskan kontolnya dari kekangan celana jeans belelnya. Kepala kontolnya aku jilat dengan perhatian khusus pada lobang kencingnya, demikian pula batang kontolnya yang semakin mengeras aku jilati dengan nikmat dan sampai ke buah pelernya yang gede kaya granat tergantung aku emut "Buset gede bangeeet, ini daging atau tulang? aku terpesona melihat kontol kuli itu "Mana gedean dengan yang ini" Shrieeek temannya merobek celana boxer bututnya tepat dibagian depan sehingga kontolnya yang udah ngaceng berat karena melihat aksiku pada temannya ploph!... melompat keluar dan segera menyodorkannya kearah mulutku untuk diservis, jadilah dua buah kontol gede bergantian keluar masuk mulutku dan kadang kadang sekaligus berebutan masuk sehingga mulutku terkuak lebar untuk dapat menampung kedua kontol gede kuli tersebut. Semakin lama semakin dalam aku isep kontol tersebut sampai menyentuh pangkal tenggorokanku, dan semakin hot pula kedua kuli tersebut menyodokkan kontolnya sampai : "Sep, gue pengen entotin boolnya" kata kuli tersebut pada temannya yang memakai celana boxer ternyata bernama Asep "Iya, hajar aja Din" jawab Asep pada si Udin yang memakai jeans belel cut off yang sudah merosot sampai pertengahan pahanya Udin melepaskan kontolnya dari mulutku dan beranjak kearah pantatku, pinggangku ditarik sehingga doggy style sementara kontol Asep masih menyumbat mulutku dan shriieek celanaku dirobeknya dibagian pantat kemudian lidahnya mulai menjilati membasahi lobang pantatku dengan ludahnya. Ouch! kini jarinya yang gede berbonggol, kapalan, masuk kedalam lobang pantatku, satu jari, dua jari, dan oww tiga jari gede berbonggol kapalan keluar masuk melebarkan lobang pantatku. Aku menggeliat menggelijang akibat permainan jari udin dilobang pantatku sementara kontol Asep semakin dalam masuk melewati pangkal tenggorokanku, jembutnya yang item tebal menggelitik lobang hidungku dan aroma jantan campur keringat dan bau kencing yang berasal dari selangkangannya menambah gairahku. Tanpa menunggu lebih lama lagi kepala kontol Udin yang gede kaya helm nazi itu mulai menerobos lobang pantatku dan dilanjutkan dengan genjotannya yang semakin lama semakin buas bagaikan banteng jantan muda perkasa mengentotin betinanya diiringi dengan desahan, erangan dan lenguhan kenikmatan yang tak terperikan. Asep juga tak kalah binalnya menjambak rambutku dan mengentoti mulutku dengan kontol kudanya item gede berkilat berurat gede. Kecipak kecipok ploph suara kontol basah keluar masuk mulut dan lobang pantatku sementara kontolkupun ngaceng berat terangsang oleh entotan kedua itu, mataku terpejam nikmat merasakan kejantanan kuli tersebut yang berdenyut hidup merojok tubuhku dari depan dan belakang sampai sampai tanpa kusadari ternyata permainan kami bertiga telah ditontoni oleh kuli angkut yang lain yang telah selesai mandi. Mereka mengitari kami dengan kontol ngaceng keluar bertonjolan dari celana masing masing, ada yang ngloco sendirian ada pula yang saling melocoin temannya dan "Gue ikutan ye" kata seorang kuli yang berumur 30 an tahun dengan kontol sangat panjang, sekitar setengah panjang pahanya "Gue juga doong" kata kuli yang lain Kini kami berobah posisi, Asep berbaring dilantai gudang dengan kontol gedenya tegak ngaceng kaya tugu Monas, aku duduk menunggangi kontolnya menghadap kerah mukanya sambil mengisep puting susunya yang item gede melenting. Udin mengangkangi kepala Asep dengan kontolnya disodorkan untuk dilumat oleh mulutku sementara biji pelernya dijilat jilat Asep, wow... sebuah kontol ikut masuk bersama kontol Asep yang sudah berada lebih dahulu di dalam lobang pantatku sehingga lobang pantatku terkuak lebar, arrghh atiiit mas, tapi ueenaak... aku meracau. Kontol panjang kuli yang beusia 30 an tahun mengembat lobang pantat Udin dan terkadang keluar dan melalui selangkangan Udin ikut bareng masuk kedalam mulutku bersama kontol Udin, jadilah kontolnya kelauar masuk pantat Udin, mulutku, pantat Udin, mulutku. Keringat kuli tersebut membanjiri tubuhku membuat gesekan kulit kami terasa licin menambah rangsangan tersenditi pula "Enh... entot yang kerh... yang keras, maaas" dasahku diantara sodokan kontol dimulutku "Anjing, babi homo... doyan kontol, arrgh gue mo pancut nih" Asep menggeram sambil memelintir puting susuku, gesekan antara kedua kontol yang berada dilobang pantatku ditambah dengan empotan otot cincin anusku pada kontol Asep membuat dia semakin kelojotan, batang kontolnya berdenyut denyut mengejang keras menyodok dalam dan menumpahkan pejuhnya yang hangat. Akibatnya temannya yang double penetration ikut juaga kelojotan mengejangkan badannya sambil menghentak hentakkan kontolnya sedalam mungkin kedalam lobang pantatku yang semakin licin karena telah dilumuri dengan pejuh Asep dan croooth croooth dia menumpahkan lahar panasnya pula didalam lobang pantatku. Akupun ikut terangsang juga ditambah lagi dengan gesekan perut Asep dengan perutku dengan kontolku diantaranya bagaikan di locoin dan hngngngh hngngh akupun memancarkan pejuhku membasahi perut dan dadaku dan Asep. Udin tak mau ketinggalan, ikut memuncratkan pejuhnya didalam pangkal tenggorokanku langsung kutelan abis dan kuli yang mengentotin Udin dan mengentotin mulutku membenamkan kontolnya sedalam mungkin kedalam lobang pantat Udin dan croot crot diapun muncrat. Sementara itu kuli lain yang menonton pergumulan kami berlima satu persatu memuncratkan maninya kearahku, membasahi rambutku, muka, mata dan meleleh dibibirku ada pula yang memuncratkannya di tubuhku, anget euy. Sejenak kami terkulai lemes, satu persatu kontol keluar dari sarangnya dari tubuhku dan "Buka mulutmu, lonte homo murahan, mau aja dientotin kuli... " jari tangannya memaksa rahangku untuk terbuka dan serrr kencingnya keluar dari kontolnya yang masih setengah ngaceng masuk kedalam mulutku "Telan!" perintahnya dengan bengis, aku tak dapat berbuat apapun selain pasrah saja menelan air kencingnya, dan kuli lain ada pula yang ikutan mengencingi tubuhku yang sudah tergeletak tak berdaya dilantai gudang tersebut. Penampilanku udah nggak karuan, baju dan celana robek compang camping berlumuran keringat, pejuh campur kencing bersatu dengan debu lantai gudang sehingga bagaikan bergelimang lumpur "Jilat sampai bersih semua kontol, ayo cepetan" kata kuli yang lain tak kalah garangnya, sehingga aku merayap menghampiri semua kontol yang disodorkan padaku untuk dijilat sampai bersih, hmm nyam nyam aku menjilat bagaikan kucing sedang membersihkan bulunya terhadap kontol kontol tersebut, dan setelah bersih kontol mereka satu persatu meninggalkan diriku "Minta rokoknya dong" ternyata kuli yang aku taksir pertama tadi telah berdiri mengangkangi belakang punggungku bersama temannya "Boleh, asal tukeran dengan cerutu ini" jawabku tersenyum sambil memberikan rokok padanya dan sebelah tanganku mengusap lagi tonjolan kontolnya. Astaga, nggak ada capek-capeknya kuli perkasa ini.

Kenikmatan di Gubuk

Kenikmatan di Gubuk

            Ini adalah kisah nyata yang terjadi padaku sekitar beberapa bulan lalu, meskipun terlihat seperti khayalan, inilah cerita yang sesungguhnya terjadi antara aku dan supirku Mukhlis.
            Pada hari itu aku sedang dalam perjalanan menuju Lumajang untuk menyegarkan pikiran seusai ujian yang baru saja berlangsung. Aku berangkat berdua bersama supirku, Mukhlis. Meskipun umurnya mungkin sudah menginjak usia 40an, ia terlihat masih gagah. Dadanya yang tegap dan lengannya yang kekar tidak menunjukkan bahwa ia sudah berusia 40an. Setelah beberapa jam mengemudi, Mukhlis akhirnya meminta waktu untuk beristirahat sebentar, ia menghentikan mobil di samping padang rumput yang sepi dan menggelar tikar, lalu tidur diatasnya. Terik matahari yang panas menyengat membuatnya melepaskan kaus singletnya hingga terlihatlah otot yang seksi itu, membuatku ingin menikmati tubuhnya, ketiaknya yang dipenuhi dengan bulu-bulu semakin membuatku terangsang.
Aku mendekatinya dan mencium aroma keringatnya yang sangat jantan, aku meraba-raba dadanya yang berkilat-kilat karena keringat. “Den Calvin lagi ngapain?”, ia tampak kaget melihat aksiku, namun tidak berkata apa-apa. “Ga ada apa-apa kok pak, cuma pingin pegang aja”, jawabku. “Mau pegang apa den emang? Pegang aja ga apa apa kok.” Kemudian ia mengarahkan tanganku ke dadanya yang kekar dan membimbingku untuk mengelus-ngelusnya, menuju putingnya yang hitam ke perutnya yang berotot. Kemudian memegang kepalaku dan mengarahkan mulutku ke bibirnya, ia sangat pandai melakukan french kiss. “Pak, emang bapak suka cowok?”, “Engga den Calvin, bapak kangen banget sama istri bapak di kampung, dan liat wajah den Calvin bapak jadi nafsu, maklum udah lama ga coli, den Calvin mau ngga coliin bapak?” Tanpa berpikir lebih lama lagi, aku membuka retsletingnya dan mengarahkan kontolnya keluar, kontolnya yang sudah setengah ngaceng itu terlihat sangat besar, kuusap-usap beberapa saat dengan ludahku, kemudian kontol itu ngaceng tegak sempurna, kontolnya panjang sekali, sekitar 20cm dengan diameter sekitar 5cm. “Den coliin bapak dong den..” pinta Mukhlis kepadaku, aku pun membuka mulutku dan mengulum kontolnya. Tanganku bergerilya di atas putingnya, ia hanya mengerang keenakan serta menjambak rambutku. Ia kemudian berdiri, lalu memaju mundurkan kontolnya ke mulutku seperti sedang mengentot sambil menjambak-jambak rambutku. Aku mengulum kontolnya seperti seekor anjing menjilat-jilat majikannya, dan ia mengentot mulutku dengan binalnya seperti ia mengentot istrinya. Keringat peluh membasahi tubuhnya, membuatnya sangat seksi. Setelah sekitar 10 menit bergerilya di mulutku, ia semakin cepat memasukkan kontolnya “ARGHHH DEN AKU MAU KELUAR!!” CROOOOT CROTT CROOT CROTTT!! Pejunya banyak sekali hingga keluar dari mulutku karena aku tidak sanggup menelan semuanya, ia lalu mengusap-usapkan kontolnya yang masih bercampur peju di wajahku, akupun membersihkan sisa pejunya dengan lidahku. “Makasih ya den, ayo masuk ke mobil, bapak tahu tempat yang sepi disini jadi kita bisa ngelanjutin yang barusan.” Ia mengenakan kembali singletnya dan mengajakku kembali ke mobil dan melaju kembali sekitar 5 menit dari tempat awal tadi hingga kita menuju ke sebuah gubuk “ini tempat kesukaan bapak coli den kalau bapak lagi perjalanan jauh ke Bondowoso, dijamin aman deh!”.
Ia mengajakku keluar dari mobil dan masuk ke dalam gubuk tadi, lalu mengunci rapat-rapat gubuk yang pengap itu sehingga udara semakin panas. Ia kemudian mendorongku ke kasur yang ada di gubuk itu dan melucuti pakaianku, tangan kanannya memainkan putingku, sementara tangan kirinya mengunci kedua tanganku, dan lidahnya menempel pada lidahku dengan birahinya. “Den bapak akan buat kamu puas hingga ke langit ketujuh!” ia kemudian dengan kasarnya membuka seluruh pakaianku hingga aku telanjang bulat, sementara ia masih memakai baju lengkap. Bau keringatnya yang jantan memenuhi seluruh gubuk membuatku semakin terangsang, ia menyodorkan kontolnya yang mencuat dari retsleting jeansnya ke mulutku, kukulum kontolnya dengan semangat sementara ia mengikat kedua tanganku ke atas, kemudian ia menjilat-jilat ketiakku dengan bernafsu, menuju kedua putingku, ia memelintir kedua putingku dan menjilat kemudian menggigit-gigit kecil keduanya. Setelah beberapa saat dalam posisi itu, ia akhirnya melepaskan kembali kaus singletnya hingga ia hanya memakai celana jeansnya saja dengan kontolnya yang keluar dari retsletingnya. “Den Calvin mau ga dimasukin sama pak Mukhlis?” ia berkata sambil menepuk-nepuk pantatku “Mau banget pak, masukin aja pak”, setelah mendengar izin yang kuberikan, dia melumuri jarinya dengan ludahnya, lalu berusaha memasukkan jari-jarinya yang kasar ke lubangku. “Auh sakit pak, pelan-pelan pak!” pintaku yang sebenarnya keenakan karena lubangku yang sudah lama tak dientot ingin segera dipuaskan. Kemudian ia melepaskan kulumanku terhadap kontolnya, kontolnya yang basah itu ia arahkan dan gesek-gesekkan ke lubang pantatku. “Den bapak masukkin ya” belum selesai ku berkata iya, ia sudah dengan bersemangat memasukkan kontolnya yang gede itu ke dalam lubangku. “ARGHH! PAK MUKHLIS KONTOL BAPAK BESAR SEKALI!! ENAK SEKALI PAK!!” teriakku karena rasa sakit dan enak yang bercampur jadi satu. “Gila lubangmu sempit amat den! Lebih sempit daripada memek istri bapak vin! Bapak akan membuatmu nikmat vin! Santai saja!” ia berada di atasku menghadap wajahku, dengan semangatnya ia mengentotku sambil mencium dan menjilat lidahku serta putingku “Vin bapak seneng sekali sama kamu vinn! Kamu lebih enak daripada istri bapak vin!” sambil mengentotku. Ia menjilat-jilat ketiakku dan menggigit-gigit putingku hingga berbekas, semangatnya membuatku kewalahan, keringatnya yang segede jagung kujilat-jilat, rasanya asin tapi sangat jantan. Setelah beberapa saat dalam posisi itu, ia melepaskan kontolnya yang basah, kemudian berbaring dan menyuruhku duduk di atas kontolnya. Kumasukkan kontolnya yang basah ke lubang pantatku, lalu naik turun di atas pinggangnya berpegangan ke perutnya. “argh terus vin.. pantat kamu sempit banget.. enak sekali vin!!”, ia menarik tanganku hingga aku berpegangan pada tembok, lalu mulai menghisap-hisap putingku “oh vin putingmu lebih enak daripada istriku!!” aku hanya mengerang keenakan karena kontolnya yang gede panjang itu menyodok-nyodok setiap inci lubangku dengan kerasnya. Puas menyodok lubangku dengan posisi itu, ia menyuruhku untuk berputar menghadap tembok, lalu menarik tubuhku hingga tubuhku yang basah berkeringat menempel pada tubuhnya yang juga basah oleh keringat jantan. Ia semakin bersemangat mengentotku, mulutnya semakin liar menggigit-gigit putingku, lalu menuju mulutku dan ke telingaku “argh vin sempit benerr, bapak ga tahan vin.. bapak suka banget sama kamu vin.. kamu lebih enak daripada istri bapak!!”, kemudian entotannya semakin keras, ia menggerakkan pinggulnya seperti orang kesetanan, lalu dengan rakusnya melahap lidahku sambil kedua tangannya yang kasar memelintir dan memainkan kedua puting susuku. “AAARGH BAPAK MAU KELUAR LAGI VIN!!” “AKU JUGA MAU KELUAR PAK!! KELUARIN AJA DI DALAM PAK!” CROTT! CROOOT! Pejuku keluar terlebih dahulu, ejakulasiku membuat lubang pantatku semakin sempit dan menghimpit kontolnya yang ada di dalam lubangku, “AAAARGH BAPAK MAU KELUAR!” CROOT CROTT CROOOOT CROOT ! Semburan pejunya di dalam lubangku terasa panas. Ia menyemprotkan banyak sekali peju ke dalam lubangku tanpa ampun. “vin bener lubang orang cina sempit banget, enak banget ngentot sama orang cina kayak kamu vin.. lebih enak daripada istri bapak.. makasih ya vin..” ia menciumku lalu menutup mata dan terlelap sementara kontolnya masih di lubangku, aku puas karena telah mendapat kehangatan pejunya di mulut dan lubangku, kami tidur hingga pagi menjelang dan meneruskan perjalanan kami ke Lumajang.

Kuli Cucian Mobil

Kuli Cucian Mobil


Aku sedang berjalan di by pass, hinnga sampai ditempat cucian mobil di daerah tersebut pada sore menjelang malam hari. Ketika itu mobil terakhir baru saja keluar dari tempat cucian mobil itu dan ke empat kuli pencuci mobil sedang bermain main sambil lempar melempar lap cucian sesamanya. Dua orang kuli sekitar usia 30-an sedang kan yang dua lagi sekitar 18 - 20 tahunan, seorang memakai wearpack (coverall) dengan kancing terbuka semua, tiga orang lagi bertelanjang dada, seorang memakai celana jeans cut off dan dua orang lagi memakai boxer. Mereka hitam legam berkilat karena terbakar matahari seharian dan otot otot mereka membuat aku terpana, kontolku mulai bergetar didalam celana ketika memperhatian kuli tersebut saling melempar dan bergelut di pelataran cucian mobil tersebut.

Aku berhenti dan duduk memperhatikan mereka, ketika salah seorang kuli yang menghampiriku sambil berkata
"Mau ngapain, Mas "
" Ah, nggak cuma liat liat saja " jawabku seraya memperhatikan postur kuli tersebut yang kekar, padat berisi mengisi wearpacknya (coverall) basah kuyup yang agaknya 2 nomor kekecilan dari ukuran tubuhnya. Otot dadanya yang bidang menyembul dari bajunya yang tidak berkancing dan ketika ia menunduk mengambil lap yang jatuh dekat ujung kakiku akibat lemparan temannya tampak olehku jembutnya yang hitam lebat memenuhi pangkal batang kontolnya yang besar. Robekan pada wearpack yang dipakainya cukup banyak dan sekitar kontolnya ada robekan yang sedikit memanjang membuat biji pelernya yang gede menyembul disana. Ketika itu temannya yang paling muda memakai boxer bertelanjang dada datang mendekatinya dari belakang dan menangkap kuli tersebut namun kelitan kuli yang memakai wearpack menyebabkan kuli yang datang belakangan justru terkunci.
" Mau liat kontol kuda si Udin, nggak " kata kuli yang mengunci si Udin dengan sebelah tangannya yang kekar berotot sementara tangannya yang lain memelorotkan boxer si Udin dan " plok " kontol si Udin melompat keluar dengan gagahnya. Bingo ! ...... benar benar gede kontol si Udin kaya kontol kuda, hitam berurat besar di batang kontolnya.
Aku otomatis mendekati mereka dan segera menjulurkan tanganku untuk mengelus kontol kuda si Udin yang menggantung lemas diselangkangannya.
" Kalo gedenya seberapa besar ya ? " tanyaku sambil mengelus elus batang kontol itu dengan sedikit gemes
" Isep aja kalo lo mau, pasti keliatan seberapa gede kontol kuda ini" kata kuli yang memakai wearpack seraya melepaskan kunciannya pada si Udin dan mendorongkannya kearahku
Aku dan ke empat itu masuk ke bedeng tempat mereka mengaso, si Udin jalan dengan kontolnya yang besar mulus tak berbulu itu berayun kekanan kekiri seirama langkahnya menuju bedeng tersebut tanpa ada upaya untuk memasukkannya kembali kedalam celana boxernya yang melorot tadi. Sementara itu kuli yang memakai jeans cut off pun tidak kalah seksinya, karena selain badannya yang kekar berotot dengan perutnya yang six pack, potongan celananya sedemikian pendek sehingga mencapai pinggir daging pantatnya yang kencang dan liat itu dan dari depan kepala kontolnya keluar masuk mengintip dari pinggiran celana compang camping yang tak berjahit. Kuli yang satu lagi sekitar usia 30-an memakai boxer yang ternyata seluruh jahitannya sudah tetas karena lapuk oleh air, sehingga tepatnya ia hanya memakai lembaran lembaran kain yang tergantung dikaret celana boxernya, kontolnya ternyata paling besar diameternya. Dadanya yang bidang berbulu sampai kearah pusernya dan turun menyatu dengan jembutnya. Pahanya kekar berotot dan berbulu lebat kaya tembakau rajangan, bau tubuh mereka khas bau laki laki jantan membuat aku terangsang berat sehingga serasa tak sabar untuk menikmati kejantanan mereka.
Sesampainya di bedeng aku segera jongkok menyambar kontol si Udin yang telah siap untuk diemut, sementara itu ketiga kuli yang lain melihat aksiku sambil tertawa dan melontarkan perbendaharaa kata kata joroknya. Tak lama kemudian ketika kontol kuda si Udin mulai menunjukkan keperkasaannya akibat lumatan mulutku terasa mereka mulai melucuti baju dan celanaku sehingga aku telanjang bulat dikelilingi oleh 4 kontol gede yang berkeluaran dari celana mereka masing masing dan ngaceng hitam berkilat. Satu persatu kontol mereka aku jilat, emut dan isep sampai kepangkal kerongkonganku, dan ketika akhirnya kuli yang memakai wearpack mengangkatku pada kedua paha sehingga lobang pantatku terbuka. Kontolnya yang ternyata dijuluki ular kobra dengan kepala kontolnya yang mengembang sempurna keluar dari robekan wearpacknya, diarahkannya kelobang pantatku dan bless..... owww, atiiit tapi ueeenaaak menjebol lobang pantatku. Aku diangkatnya naik turun den pinggulnya maju mundur merojok kontolnya itu, sementara si Udin menjilati pinggir lobang pantatku dan terkadang menjilat batang kontol yang masih tersisa diluar lobang pantatku dengan lidahnya yang liar.
" Chok... plok chokk chokk plok " bunyi kontol yang mengentoti lobang pantatku karena basah oleh ludah si Udin
Aku menggelinjang gelinjang geli ketika merasakan lidah si Udin menjilat pinggir lobang pantatku sementara kuli yang memakai wearpack yang mengentotiku melumat bibirku, leher dan pentilku dengan buasnya. Tanganku meremas mencakar punggungnya membuat kuli yang mengentotiku semakin buas saja.
" Nggghhh... nggghhh, shhh, ahhh, nggghhh... nggghhh...."
" Uhhh... yang dalam, mass... fuck me, yang keras maaass...
shhh ...ohh, fuuuuck meee..... ohh " rintihku
Tak lama aku diturunkan dan disuruh doggy style sementara ke empat kuli itu secara bergantian dengan eksperimennya masing masing menghajar menjejal mulut dan pantatku abis abisan dengan kejantanan kontol gede mereka. Rata rata dua atau tiga kali masing masing kuli itu ngecret dengan menumpahkan air maninya yang berlimpah kedalam mulut, lobang pantat, kemuka dan ke sekujur tubuhku, sehingga hari itu aku benar benar penuh berlumuran air mani.
Setelah mereka puas, aku jilati satu persatu kontol dan biji peler itu hingga bersih dari sisa air mani bekas permainan liar dan buas tadi. Satu persatu mereka keluar dari bedeng karena ada satu truk yang baru masuk hendak dicuci malam hari itu. Tanpa membersihkan leleran air mani ditubuhku langsung saja aku memakai baju dan celanaku dan pergi melangkah dengan gontai meninggalkan tempat cucian mobil. Baju dan celana yang ku pakai malam itu tidak pernah aku cuci hingga kini, sesewaktu kalo lagi horny kuambil baju atau celana itu untuk kuhirup baunya sambil mengingat kejadian perkentotan yang liar dan buas di cucian mobil.... tentunya sambil aku ngloco crrrott... croot... croottt... nggghhh... ah.

Buruh Bongkar Muat

Buruh Bongkar Muat


Hari ini aku bekerja untuk pertama kalinya di perusahaan bongkar muat barang sebagai pembantu umum. Perusahaan ini memang aku tuju bukan oleh karena gajinya yang tinggi atau fasilitasnya yang wah, namun lebih penting dari itu adalah penyaluran gairah seks aku yang amat sangat tersalurkan dilokasi tempat aku bekerja karena setiap harinya aku berkumpul dengan sekelompok laki laki kekar yang bekerja dengan pakaian seadanya dan penuh keringat membasahi tubuh mereka hingga berkilat ditimpa cahaya matahari, membuatku kontolku ngaceng berat setiap hari.
Aku membersihkan pelataran gudang tempat sambil menikmati pemandangan erotik yang berseliweran dihadapanku. Ada enam orang yang sedang bekerja memasukkan barang ke gudang dari truk yang parkir didepan gudang. Baju mereka telah basah kuyup oleh keringat sehingga lengket ketubuh mereka membentuk liku liku otot tubuh yang kekar tercetak tegas, bahkan dua orang buruh telah membuka bajunya sehingga celana pendek cut off yang dipakai merekapun telah basah oleh keringat karena cuaca hari itu memang betul betul panas, terlebih lagi didalam gudang yang atap dan dindingnya dari seng tebal.

Bekerja terus kaya kuda jantan yang kekar, terkadang sambil bercengkerama dan mengeluarkan kata kata yang jorok sesama mereka, atau terkadang menggoda dengan mengusap tonjolan kontol salah seorang teman mereka yang sedang memanggul barang, terkadang pula bahkan menggesek tonjolan kontol mereka dari arah pantat teman yang sedang memanggul barang, membuat aku semakin horny saja berada disekitar kelompok buruh tersebut. Tumpukan barang didalam gudang semakin tinggi menumpuk sehingga tersebut harus naik sambil memanggul barang ketumpukan yang lebih tinggi, membuat otot paha dan betis mereka semakin bertonjolan dengan kekarnya dan semakin berkilat oleh karena semakin banyak keringat yang berleleran diseluruh tubuh akibat menyangga beban yang dibawa oleh buruh tersebut sambil naik, bukan main kuatnya tenaga ini..... aku mulai membayangkan bagaimana pula kuatnya tenaga mereka bila mengentot dan membuat kontol dan lobang pantatku semakin berdenyut denyut minta dipuaskan...ahhh....mmmhhhh....nggghh aku melenguh membayangkan kenikmatan tersebut.
"Minum Mas" aku menawarkan air putih pada salah seorang buruh yang sedang melintas didepanku, untuk membuka komunikasi dengan mereka
"Ho ooh, lagi haus" kata buruh tersebut sambil mengambil botol air minum dari tanganku. Dia minum dengan mencurahkan air dari botol tersebut ke mulutnya yang mendongak, jakunnya naik turun dilehernya yang sangat kekar dan sebagian air tersebut keluar membasahi dadanya yang bidang, kekar berotot dan berkilat oleh karena keringat. Bau laki laki sejati menyeruak indera penciumanku membuat aku hampir hampir menyerah menghambur kepelukannya, namun kutahan sekuat tenagaku namun kontolku tak dapat berbohong karena tonjolan dicelanaku menjadi semakin tinggi.
Demikianlah berulang kali aku menawarkan air minum kepada mereka sambil mengamati dan menikmati lekukan tubuh jantan ke enam buruh tersebut dan aku berhasil membuka komunikasi dengan mereka
"Pekerja baru ya" tanya salah seorang dari mereka
"Iya.... coba coba dulu" jawabku
"Asalnya dari mana" tanya buruh yang lain
"Dari Jakarta, Kali Jodo" jawabku
"Oooo.... tempat lonte itu ya" sambut buruh yang lain sambil membuat simbol mengentot pada tangannya dan tangan yang satu mengelus elus kontolnya dari balik celana
"Ah... mas, bisa aja ah" jawabku agak menggenitkan diri memancing suasana bila ada diantara mereka yang tergoda
"Bisa dooong" jawab salah seorang dari mereka sambil mencolek dadaku
"Ihh... mas, genit ah" aku memancing lebih jauh sambil menjulurkan dan memasukkan lidahku, dan benar mereka yang telah terangsang oleh karena guyonan selama bekerja tadi menjadi lebih cepat mengangkap isyarat seksual yang aku lontarkan
"Iya, genit genit tapi mau khaaan" salah seorang buruh menjawab isyaratku dengan menggesekkan tonjolan kontolnya kearah lobang pantatku, aku mengelinjang sambil merasakan kekerasan tonjolan kontol buruh tersebut
"Idiiih, ini daging atau besi yaaa..." aku pura pura bertanya masih dengan nada genit sambil membalas gesekannya dengan menggoyangkan pantatku kearah kontol yang masih nempel tersebut
"Liat aja sendiri" kata buruh tersebut sambil menangkap tanganku dan membawanya kearah selangkangannya dan mengusap usapkan tanganku kekontolnya yang semakin ngaceng didalam celananya yang nggak pake CD tersebut
"Iiiih, jangan disini dong, nanti dilihat sama boss" kataku
Tanpa banyak omong aku digiring oleh keenam yang sudah semakin horny melihat actionku tadi kearah ruang belakang tumpukan barang... dan mulailah mereka menggerayangiku dan melucuti pakaianku hingga telanjang bulat. Ada yang menciumiku, ada yang menjilati pentilku dan ada sebatang besar kontol hitam menyodok nyodok lobang pantatku dari sela pahaku dan tiga buruh yang lain mengamati sambil mengeluarkan kontolnya masing masing dan mengelusnya hingga bertambah besar dan bertambah tegak. Aku mendesah mengerang menggelinjang mengikuti permainan ketiga buruh yang mengerubungiku itu membuat mereka semakin buas dan liar, aku diangkat oleh salah seorang buruh yang paling kekar dan meletakkan lobang pantatku persis didepan kepala kontolnya yang amat besar telah merekah berkilat dan bless kontolnya menembus lobang pantatku dengan ganasnya sehingga aku terpekik kecil
" Awww.... atiiit Maaas"
Tangannya yang kekar menaik dan menurunkan seluruh tubuhku berlawanan dengan sodokan batang kontolnya didalam lobang pantatku, bajunya yang basah kuyup oleh keringat robek dibagian punggung dan bagian kedua lengan karena ototnya mekar menggelembung kaya "Hulk" membuat aku semakin terangsang karena dipejantani oleh yang macho ini. Tak lama kemudian terasa pula sebuah kontol lain ikut menyodok menyeruak masuk kedalam lobang pantatku yang sedari tadi telah dipenuhi oleh kontol buruh yang tengah menggendongku itu sehingga lobang pantatku terbuka lebih lebar lagi dan jadilah pantatku di double penetration
"Awwww....atttiiiittt, tapi ueennnaaaak Maaas, ohhhhh!
Semakin aku mengerang, mendesah, mengelinjang, semakin ganas dan liar pula mereka menghajar lobang pantatku
Kini buruh yang menggendongku mengambil posisi berbaring tanpa melepaskan sekejappun kontolnya dari lobang pantatku sehingga aku dalam posisi menduduki kontolnya dan kembali ada kontol lain menyodok lobang pantatku setelah kontol yang tadi terlepas ketika kami berobah posisi. Dengan posisi begini buruh yang lain yang sedari tadi ngloco melihat permainan kami mulai menyodorkan kontolnya untuk bergantian kujilat, kuisap dan kusedot sampai pangkal kerongkonganku, terkadang dua kontol sekaligus berebut masuk kemulutku dengan ganasnya tanpa memperdulikan apakah aku tersedak susah bernafas oleh dua kepala kontol besar besar mrnghunjam jauh kebagian belakang mulutku.
Keringat benar benar banjir membasahi seluruh tubuh kami dari rambut hingga kekaki, dan suara kecipak kecipok kontol keluar masuk dilobang pantat dan dimulutku diiringi erangan nikmat, dengusan dan lenguhan bagaikan banteng jantan naik birahi terdengar memenuhi ruangan dibelakang tumpukan barang di gudang tersebut. Bergantian dan berulang kali mereka menumpahkan air mani kedalam mulutku, memenuhi lobang pantatku dan berceceran di seluruh tubuhku dari rambut hingga kekaki, aliran hangat dan kental air mani menjalari tubuhku dan ini seakan tidak kehabisan tenaga sama sekali mengentotiku sampai terdengar suara truk barang datang menghampiri gudang tersebut barulah satu persatu mereka beranjak dari tubuhku yang kini terkulai lemas dilantai gudang yang basah oleh keringat dan air mani enam orang yang haus seks.
"Darimana saja kalian, koq lama" teriak supir truk barang
"Mainin barang baru Pir! teriak salah seorang tersebut..." Mau coba nggak !" tawar mereka
Tak berapa lama tampak olehku sesosok tubuh kekar berdiri mengangkangi aku yang masih terkulai dilantai, menyeringai menunujukkan giginya dibalik kumisnya yang lebat sambil mengeluarkan kontolnya yang luar biasa gede, sebesar botol Coca Cola dari balik celana jean belelnya.

Kuli Pelabuhan

Kuli Pelabuhan

Siang itu matahari menyinari pelataran pelabuhan Sunda Kelapa dengan teriknya. Aku berjalan perlahan menyusuri gudang pelabuhan sambil melihat pemandangan seputar pelabuhan tersebut. Tampak di ujung gudang sekelompok kuli pelabuhan sedang mengangkat beras turun dari kapal menuju beberapa truk yang telah menanti untuk dimuati. Setelah mendekati kelompok orang yang sedang bekerja itu aku berhenti dan duduk dipinggir gudang tersebut. Ada sekitar 12 orang kuli pelabuhan yang sedang hilir mudik membawa beras beras tersebut, keringat mereka menbasahi sekujur tubuh sehingga baju bahkan sampai ke celana yang dipakai basah oleh keringat sehingga bentuk tubuh mereka yang atletis tergambar dengan jelas dibalik pakaian yang lengket ke kulit kulit mereka. Ada seorang kuli yang menarik perhatianku karena badannya begitu kekar dengan otot yang bertonjolan dibalik baju yang telah basah kuyup itu dan celana pendek putih kusamnya telah basah juga sehingga tonjolan kontolnya tergambar dengan jelas dibalik celanaya karena ia tak memakai CD.



Tak lama kemudian satu persatu truk meninggalkan areal pelabuhan dan kelompok kuli tersebut berpencar, sebagian mengaso dibawah pohon yang ada dipinggir pagar gudang dan sebagian lagi pergi ke warung didepan gudang untuk membeli makanan. Tiba tiba aku dikagetkan oleh suara seseorang

" Boleh minta rokoknya, Mas ", ternyata yang memakai celana pendek putih kusam itu telah berdiri di depanku, sehingga mataku setentang kontolnya yang gede membayang dibalik celana putih yang basah oleh keringat.

" Ohhhh... boleh " aku menyodorkan bungkus rokokku untuk diambil olehnya, sementara mataku tak lepas menatap kontolnya yang hitam perkasa itu.

Ia mengambil sebatang dan menghidupkan rokoknya seraya duduk berjongkok disampingku. Kepala kontolnya yang besar seperti muka anak anjing baru lahir itu menyelip tersembul dibalik celana putihnya yang cut off disela ela rumbai benang yang mengelilingi pahanya yang kekar. Bau khas laki laki dengan keringat yang terbakar matahari menerpa hidungku menggetarkan syaraf penciumanku sehingga aku semakin horny saja berada didekatnya. Bajunya terbuka hanya diikat didepan perutnya, dan otot perutnya dengan six pack yang menawan hati dan otot dadanya yang bidang dan pentilnya yang hitam tercetak jelas dibalik bajunya yang basah kuyup itu menambah seksinya penampilan ini.

"Eh, mas... gede juga kontolnya yach" kataku seraya mengelus pahanya yang kekar dan merayap kearah kepala kontolnya yang tersembul dibalik celana itu. Dia tenang saja tak memberikan reaksi apapun, hanya menikmati asap rokok pemberianku yang dihisapnya dengan dalam dalam. Hal itu membuat aku semakin berani bergerilya di sekitar kontolnya yang hitam berurat besar besar.

"Gue pengen lihat gedenya kalo ngaceng seberapa besar, boleh nggak " tanyaku sementara tanganku tak lepas meremas remas kontolnya. Dia tersenyum tipis dan bangkit mengajakku ke tumpukan kontainer disamping gudang itu. Kamipun masuk kedalam satu kontainer tua yang pintunya terbuka, itu membuang rokoknya dan tangannya yang satu membuka ritsleting celana sambil mengeluarkan kontolnya yang telah membesar dan panjang berdiri membentuk sudut denga perutnya. Aku segera menangkap dan menggenggam kontolnya yang gede itu dengan gemas, sementara itu melucuti pakaianku hingga aku berdiri telanjang bulat didepanya. Tiba tiba badanku diangkatnya dengan tangannya yang kekar itu sehingga kedua kakiku pada pinggangnya dan lobang pantatku diarahkannya ke kontolya yang telah berdiri ngaceng dengan sempurna dan bless.... masuklah kepala kontolnya merojok lobang pantatku, awww enaaak sekaleeee.... sementara itu bibirku dilumat olehnya kemudian keleherku dicupangnya dengan liar dan turun kepentilku. Begitu bernafsunya itu mengentotiku sambil berdiri sementara aku menggelinjang keenakan dientotinya dan tanganku mencakari punggungnya sehingga bajunya yang sememang sudah lapuk oleh usia itu robek disana sini. Badanku diangkat naik turun sementara pinggulnya juga seirama turun naik kadang kadang berputar membuat kontol kuli itu semakin dalam dan semakin dalam masuk kedalam pantatku. Beberapa saat kemudian aku diturunkan olehnya dan dia memegang belakang kepalaku membuat posisi mulutku berada tepat untuk mengisap kontolnya yang baru saja keluar dari lobang pantatku. Setelah mengisap menjilat mengulum kepala kontol dan batang kontolnya yang tegang mengeras bagaikan gagang kampak itu mulailah dia mengentoti mulutku dengan ganas sampai kepala kontolnya keluar masuk kedalam kerongkonganku. Hidungku terbenam didalam jembutnya yang hitam lebat dan berbau khas laki laki tulen, ahhh... aku sangat terangsang.

" Entot, entoooot, nggghhh, shhhh, ngghhhh " erangnya

" Hmmmph ... mmmhh, hmmmppphhh... " mulutku penuh berisi kontol hitam gede keluar masuk

Tanpa kusadari ternyata ada 4 orang temanya tadi telah berada didekat kami, masing masing dengan kontol yang telah tegang keluar dari celana karena melihat permainan kami. Seorang kuli datang menyogokkan kontolnya di lobang pantatku kemudian diungkitnya keatas karena tak lama kemudian kontol kuli yang lain masuk juga kedalam lobang pantatku, ohhhh... sakit tapi uenaaakkk... jadilah aku di double penetration di lobang pantat. Sementara itu kontol yang lain lagi mendekati mulutku yang dari tadi masih dientot oleh kuli yang pertama dan dia menyodokkan kontolnya untuk masuk berdua kedalam mulutku, wooowww.... kini mulutkupun di double penetration olehnya.
Yang seorang lagi mengocok kontolnya sambil bersamaam mencoki kontolku yang tak kalah tegangnya. Keringat membasahi sekujur tubuh kami dan bercipratan kemana mana, mereka lengkap dengan baju dan celana aku sendiri yang telanjang bulat doggy style penuh berisi kontol gede hitam kekar mengisi mulut dan pantatku. Beberapa kali mereka bertukar posisi mengetotiku abis abisan sampai akhirnya satu persatu memuncratkan maninya yang tumpah ruah mengisi lobang pantat dan mulutku, bahkan sebagian membasahi rambut, mata, hidung dan daguku.

Setelah mereka puas, aku masih disuruh untuk membersihkan dengan cara menjilati kontol dan telor mereka satu per satu, sampai bersih.

Diperkosa 2 Polisi - part 4

Diperkosa 2 Polisi - part 4

Pak Bram menyalakan rokoknya lalu menyemburkan asapnya ke mukaku. Lubangku terasa terkuak semakin lebar setelah ditusuk dua kali sebelumnya, namun masih tetap seret untuk membuat dua polisi mesum ini ketagihan menyodomiku. Pak Bram terlihat macho saat mengentotiku sambil merokok dan menegak birnya, benar-benar perkasa polisi satu ini, tidak terlihat ada rasa lelah sehabis memerkosa dan mengeluarkan pejuhnya didalam mulutku. Entotan pak Bram semakin cepat dilubangku, membuat tubuhku bergoncang naik turun diatas mobil jeep hijau itu.

"Hmm enak banget dek boolmu sempit basah mmm" racau pak Bram sambil menegak birnya yang tinggal setengah botol. Ia kemudian menghentikan entotannya, "Enak kan kontol om? Ayo dek kamu yang gerak sekarang atau kusemprot kamu dengan bir om", takut akan ancamannya aku berusaha bergerak naik turun menduduki kontolnya.

Keringat mengalir deras dari pelipis menuju dadaku membasahi sekujur tubuhku karena tidak terasa 10 menit telah berlalu sejak aku bergerak naik turun dipangkuan polisi ini. Rokok yang dihisap pak Bram semakin pendek, tetapi botol bir besar di tangannya masih belum habis. Aku berhenti bergerak sesaat karena rasa lelah dan nyeri di lubangku.
"SIAPA SURUH KAMU BERHENTI HAH?", bentak pak Bram sambil menegak lalu menyemprotkan birnya ke mukaku. Dengan sekejap ia menghabiskan sisa birnya lalu membuang puntung rokoknya, kemudian kedua tangannya beralih mencengkram dan menggerakkan pinggulku dengan paksa agar pantatku naik turun mengempot kontolnya.

"Ahh ampun pak jangan cepat-cepat sakit bener anusku ahhh" aku hanya dapat merintih pelan karena aku takut pak Bram akan semakin marah bila aku berteriak.
Selagi mengentotku dengan paksa, kedua putingku juga menjadi sasaran amarah pak Bram. Pak Bram menggigiti putingku bergantian dengan nafsunya, lalu menahan gigitannya pada putingku selagi aku bergerak naik turun hingga putingku ikut tertarik karena gigitannya.
"Mmm putingmu enak bener dek gurih rasanya, om jadi ketagihan" puji pak Bram kepada putingku. Ternyata dua polisi bejad ini doyan melahap putingku hingga merah.

Hampir setengah jam berlalu di mobil jeep itu, namun pak Bram tidak kunjung mengeluarkan pejuhnya untuk yang ketiga kali. Keringatku bercucuran membasahi bangku supir, sama dengan keringat pak Bram yang mulai membasahi dahinya dan turun ke dada bidangnya yang masih lengkap dengan seragam polisinya. Tiba-tiba Briptu Darno keluar dari ruang tamu dan berjalan menuju mobil jeep yang tengah bergoyang dahsyat itu karena entotan pak Bram.

"Pak belum selesai? Saya udah kepingin ngentot berondong ini lagi nih", tanya Briptu Darno kepada atasannya.
"Sebentar lagi, kamu entot aja mulutnya sekarang, ntar kita masuk kedalam kita habisin lubang boolnya bareng-bareng", jawab pak Bram.
Aku semakin takut akan apa yang akan diperbuat dua polisi ini kepadaku, namun tanganku yang tengah diborgol membuatku tidak bisa berbuat apa-apa. Briptu Darno kemudian naik keatas mobil dan berdiri di pijakan pintunya, memposisikan kontolnya yang sudah berdiri lagi dan sudah keluar dari celananya ke mulutku. Dengan satu gerakan ia dengan paksa membuka mulutku lalu memasukkan kontol 20cm nya itu. "Ohhhh mulut berondong cina homo ini enak bener buat dikentotin ahh" racau Briptu Darno. Ia kembali mengentoti mulutku dengan posisi berdiri hingga membuatku kelabakan mengisap kontol gedenya itu.

Kini posisiku duduk diatas kontol pak Bram yang tengah mengentot lubangku sambil memainkan dan mengenyot kedua putingku dengan nafsunya, sambil mulutku dientot oleh kontol bawahannya Briptu Darno. Aku berharap pemerkosaan ini segera selesai karena tubuhku sudah tidak kuat lagi.

10 menit kemudian entotan Briptu Darno di mulutku semakin cepat, sepertinya ia akan segera mencapai klimaksnya dan benar saja, ia menahan kepalaku lalu dengan gerakan yang cepat dan kasar
CROTT CROTT CROTT CROTT
Briptu Darno kembali mengeluarkan seluruh pejuhnya didalam mulutku, dan memaksaku menelan semuanya. Tetesan pejuh Briptu Darno yang tak tertelan menetes keluar dari mulutku membasahi leher dan putingku yang tengah dikenyot oleh pak Bram. "Sialan kamu udah keluar lagi? Cepat amat! Bentar ya aku juga mau keluar bentar lagi" teriak pak Bram kepada Briptu Darno. Briptu Darno mengeluarkan kontolnya dari mulutku dan kemudian turun dari mobil dan duduk di teras menunggu atasannya selesai memerkosaku. Sesekali ia memotretku yang berlumuran pejuh dan keringat sedang menduduki kontol atasannya.

Kurasakan entotan pak Bram di lubangku semakin cepat dan kenyotannya ke kedua putingku semakin bernafsu, akhirnya polisi bejad yang sudah mengentotiku hampir 1 jam di jeep ini akan keluar.
CROTT CROTT CROTT
Benar saja, pak Bram menyemprotkan laharnya didalam anusku lagi, membasahi anusku yang masih seret ini. PLOP kontol pak Bram keluar dari boolku, sebagian pejuhnya yang tercampur dengan pejuh Briptu Darno keluar dan membasahi kursi supir dan celana pak Bram.

Pak Bram membuka pintu supir jeepnya dan menggendongku yang sudah tidak berdaya karena kecapaian melayani nafsu kuda dua polisi ini turun. Polisi kekar itu menggendongku ke kamar di belakang rumah itu dan melemparku di kasur.
"Saatnya kamu kita entot bersamaan!" kata Briptu Darno tertawa sinis sambil membuka resleting celananya.

Pak Bram kemudian mengambil posisi terlentang di atas kasur, kontolnya tetap ngaceng dan keras meskipun baru saja mengentotku habis-habisan di jeep barusan.
"Dudukin kontol om dek, akan kami buat kamu keenakan dengan kontol-kontol kami" perintah pak Bram kepadaku. Dengan menurut aku membelakanginya dan pelan-pelan memasukkan kontolnya kedalam lubangku lagi. Tiba-tiba pak Bram menarik pundakku kebelakang hingga punggungku terasa menyentuh dada bidangnya. Briptu Darno kemudian berjalan ke ujung kasur, lalu membuka kedua kakiku lebar-lebar.
"Tahan aja ya dek, bakal kami buat kamu merem melek" kata Briptu Darno menenangkanku. Ia mengarahkan kontolnya yang sudah berdiri tegang kembali kedalam lubang boolku yang sudah berisi kontol pak Bram. Pelan-pelan ia mencoba menusukkan kontolnya kedalam, namun terasa sangat sempit. Aku berusaha meronta-ronta kabur namun pak Bram menahan tanganku yang sudah diborgol, membuatku semakin tidak berdaya. Briptu Darno berusaha keras memasukkan kontolnya kedalam lubangku, keringat mulai membasahi kepalanya dan akhirnya
BLESS
Kepala kontol Briptu Darno masuk kedalam lubangku yang sudah berisi kontol pak Bram.
"AHH PAK KELUARIN PAK SAKIT BENER PANTATKU AMPUN" aku berteriak memohon agar Briptu Darno mengeluarkan kontolnya, namun ia sepertinya semakin senang mendengarkan teriakanku.
Pelan-pelan Briptu Darno memasukkan seluruh batang kontolnya kedalam anusku yang penuh, benar-benar sempit rasanya hingga terasa di ekspresi wajahnya menahan sakit karena kontolnya yang dijepit oleh lubangku dan beradu dengan kontol besar pak Bram, namun perlahan-lahan ia mulai menikmati posisi ini.

"Ahh gila pertama kali saya ngentot berdua kayak gini! Istri saya ga mungkin mau dibeginiin", kata pak Bram kepada Briptu Darno. Briptu Darno diam saja keenakan sambil mulai bergerak. Terasa panas dilubangku meskipun campuran pejuh pak Bram dan Briptu Darno yang tadi mengentotku masih ada didalam sebagai pelicin. Pak Bram juga mulai bergerak mengimbangi kontol Briptu Darno. Ritme gerakan mereka mulai imbang, jika Briptu Darno bergerak mundur, pak Bram bergerak maju, dan sebaliknya, terkadang mereka maju dan mundur bersamaan hingga membuatku terpekik keenakan karena kontol-kontol mereka menyentuh prostatku. Dari ekspresi mereka, dapat kulihat bahwa selain kenikmatan empotan lubang sempitku, mereka juga menikmati gesekan antar batang kontol mereka sendiri.

Posisiku sekarang tengah telanjang bulat dan berada ditengah dua polisi berseragam lengkap dengan dua kontol besar mereka didalam lubang boolku saling beradu. Perlahan-lahan kurasakan nikmat dan sakit bercampur jadi satu di lubangku karena gerakan mereka. Tubuhku tergoncang maju mundur oleh sodokan dua kontol di lubangku yang terkadang maju mundur bersamaan.
"Ahhhh gila lobang berondong ini sempit bener mabuk kita kena empotannya ahh", Briptu Darno meracau tidak jelas keenakan mengentotku. Pak Bram sibuk bergantian melahap dan memilin-milin kedua putingku dari belakang dengan bernafsu. "Aduh dek om tidak bosan mainin putingmu, memang bener-bener enak dan gurih puting homo cina ini", pak Bram mengomentari putingku sambil mengenyotnya seperti permen bergantian sambil mencubit-cubit kedua putingku.

Beberapa saat kemudian kami berganti posisi. Briptu Darno mengeluarkan kontolnya dari lubangku yang penuh dan mengambil sebuah kursi kayu yang cukup besar di kamar itu. Pak Bram kemudian bangun dan memutarku hingga sekarang aku menghadap wajahnya, dan menggendongku selagi kontolnya masih menancap keras di anusku dan berjalan menuju kursi yang telah disediakan oleh Briptu Darno. Pak Bram duduk di atas kursi itu sambil tetap kontolnya masih didalam boolku, kemudian Briptu Darno kembali memasukkan kontolnya ke anusku yang berisi kontol atasannya dari belakang.
"Auh pak jangan dimasukin lagi saya udah ga kuat" kataku terpekik karena kesakitan lagi, tetapi hal ini justru membuat kedua polisi ini semakin bernafsu. Pak Bram semakin liar melahap kedua putingku dan Briptu Darno semakin keras mengentotku. Tubuhku yang basah berkeringat tergoncang naik turun karena tusukan Briptu Darno seperti di jeep tadi ketika pak Bram menyodomiku di kursi supir. Hal ini berlangsung selama 15 menit hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berganti posisi kembali di kasur.

Briptu Darno mengeluarkan kontolnya dan mengambil posisi terlentang di kasur, seperti pak Bram sebelum menyodomiku di kursi kayu.
"Sekarang kamu gantian ya dek dudukin kontol abang kayak kamu dudukin kontol pak Bram tadi", perintah Briptu Darno kepadaku, aku hanya menurut karena takut akan dikasari lebih dalam lagi. Aku membelakangi Briptu Darno dan pelan-pelan menurunkan bokongku yang empuk dan basah, tapi Briptu Darno dengan kasar menarik pinggulku lalu menarik turun hingga kontolnya langsung masuk kedalam lubang boolku.
"AH SAKIT PAK AMPUN" aku terpekik kasar karena rasa sakit yang tiba-tiba kurasakan akibat kontolnya memaksa masuk, meskipun sudah dimasuki dua kontol tadi tetap saja lubangku masih sempit dan sensitif. Briptu Darno menarik pundakku dan menjatuhkanku ke atas dada bidangnya yang masih berseragam. Pak Bram mengambil posisi akan memasukkan kontolnya kedalam lubangku yang juga berisi kontol Briptu Darno. BLESS dalam satu gerakan seluruh batang kontol pak Bram masuk, membuatku meronta-ronta kesakitan tapi tidak lama karena mereka mulai bergerak maju mundur. Pak Bram meremas-remas dadaku sambil mencubit-cubit putingku sambil pinggangnya bergerak maju mundur mengentotiku. "Akhirnya aku bisa merasakan kedua putingmu manis" kata Briptu Darno sambil mengenyot dan menarik-narik kedua putingku bergantian dengan tangannya. "Iya pak Bram bener puting berondong cinamu ini gurih banget", puji Briptu Darno kepada kedua putingku. Pak Bram dan Briptu Darno bergerak maju mundur menusuk lubang pantatku dengan ritme yang kompak, membuatku kelabakan keenakan.

Hampir setengah jam aku basah berkeringat berada di antara dekapan dua polisi kekar ini ditusuk maju mundur sambil kedua putingku bergantian dikenyot dan diremas kedua polisi ini seperti lonte. Akhirnya kurasakan entotan mereka berdua semakin cepat dan keras, dua polisi ini akan keluar!
"Pak Bram saya mau keluar ini ya pak" kata Briptu Darno kepada atasannya sambil mengentot semakin kuat mengalahkan ritme pak Bram. "Anjing jangan cepat-cepat kamu kontolku bisa lecet ini!" bentak pak Bram, namun Briptu Darno tidak menghiraukannya dan semakin cepat menusukku. Kontol Briptu Darno dengan keras dan cepatnya menusuk prostatku hingga membuatku benar-benar keenakan, gigitannya pada putingku membuatku semakin kelabakan hingga akhirnya
CROTT CROTT CROTTT CROTTT
Pejuhku kumuncratkan membasahi perut dan putingku, setelah hampir 4 jam diperkosa dua polisi ini akhirnya aku berejakulasi.
Ejakulasi merangsang Briptu Darno untuk memuntahkan laharnya kedalam anusku karena terasa lubangku semakin sempit mengempot setelah aku berejakulasi.
CROTT CROTT CROTT
Briptu Darno akhirnya menyemprotkan pejuhnya didalam lubangku untuk yang kedua kalinya. Pejuhnya hangat dan jumlahnya tetap banyak meskipun sudah berejakulasi tiga kali sebelumnya.
"Argh bangsat kamu No! Pejuhmu kena kontolku nih!" bentak pak Bram kepada bawahannya itu. Briptu Darno masih membiarkan kontolnya didalam sambil sesekali menusuk-nusukannya ke dalam boolku, berusaha mendapatkan kenikmatan yang lebih dalam. Kemudian pak Bram dengan cepat mengeluarkan kontolnya yang berlumuran pejuh Briptu Darno dari lubangku yang masih penuh dengan kontol bawahannya itu, lalu kemudian beralih mengentot mulutku dengan kasarnya
"Anjing sialan gua merkosa homo cina ahhh"
CROTT CROTT CROTT CROTTTT CROTT
Pak Bram akhirnya memuntahkan pejuhnya yang sudah bercampur dengan pejuh Briptu Darno didalam mulutku dan memaksaku menelannya.
"Ahh puas sudah kita ngentotin homo cina ini berjam-jam!" kata pak Bram puas sambil mengoleskan kontolnya yang berlumuran pejuhnya sendiri dan Briptu Darno ke wajahku.
PLOP! Briptu Darno mengeluarkan kontolnya dari boolku yang basah penuh pejuh dan menyuruhku membersihkannya.
"Hei homo cina! Bersihin nih kontolku dan pak Bram!" bentak Briptu Darno memerintahku. Kujilat dua kontol polisi gagah berseragam lengkap yang telah memerkosaku habis-habisan ini hingga bersih. Mereka kemudian keluar dan mengunciku di dalam kamar. Aku tertidur dengan tangan diborgol dan tubuh basah oleh pejuh dan keringat karena kecapaian.

Di pagi hari aku terbangun, pintu sudah terbuka dan borgolku sudah dilepaskan, aku beranjak menuju ruang tamu dengan tubuh penuh pejuh yang telah mengering. Pakaianku kutemukan jatuh di lantai dekat sofa, tempat aku ditelanjangi dan diborgol. Aku segera mengenakan pakaianku dan keluar, namun tangan kekar pak Bram tiba-tiba menahan langkahku dari luar.

"Awas kalo kamu berani macam-macam lapor polisi lain! Ingat kami ada fotomu waktu kami perkosa! Kamu akan datang kalau kami panggil untuk melayani kontol-kontol kami! Mengerti?!", bentak pak Bram kepadaku dengan nada mengancam. Aku hanya mengangguk lemah dan berjalan menuju motorku.

Aku keluar dari rumah maksiat itu dengan bokongku yang berdenyut-denyut kesakitan namun keenakan habis dientot habis-habisan dan kedua putingku yang merah dilahap dua polisi itu semalam. Tubuhku terasa puas dan nikmat meski habis diperkosa, tetapi perasaan takut menghantuiku apabila dua polisi itu memanggilku kembali.

Tamat